PEKANBARU - Pencopotan Slamet Samiadji sebagai GM Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru atas kasus Mario Steven Ambarita yang menyusup ke roda pesawat dianggap sebagai langkah yang tepat.
“Kan dah pas langkah pencopotannya tu, ia mesti bertanggung jawab secara keseluruhan atas kasus Mario, sebagai puncuk pimpinan lagi,” kata Suparman, Ketua DPRD Riau, Rabu (15/04/15).
Kendati demikian, pihak keamanan Bandara pun mesti diberikan sanksi atas kasus tersebut. Untuk hal ini, politisi Golkar ini menyebut akan menyerahkan langsung persoalan sanksi ini ke pihak terkait.
“Sekalipun baru dua hari menjabat GM Bandara, itu kan kelalaian dia selaku pimpinan atau orang yang tertinggi jabatannya di Bandara. Saya rasa langkah pencopotan jabatannya sudah pas dan tepat,” ungkapnya.
Ketua DPD II Golkar Rokan Hulu ini pun menyebut, persoalan seperti ini akan menjadi contoh tersendiri bagi daerah lain. Ia pun berharap, hal yang sama tidak akan terjadi lagi di Provinsi Riau.
“Cukuplah kasus Mario sebagai kasus yang terakhir di Bandara kita, jangan sampai terulang lagi,” tutup politisi asal Rokan Hulu ini.
Seperti yang diberitakan Kamis (09/04/15), Djoko Murjatmodjo, Direktur Operasional dan Teknik PT Angkasa Pura II saat itu mengatakan bahwa hari itu merupakan hari terakhir Slamet Samiadji menjadi GM Bandara SSK II, Pekanbaru. Jabatan Slamet Samiadji akan digantikan oleh manager yang baru. ***(ary/rtc)

home
Home
Posting Komentar