BAGANSIAPIAPI - Enam jam setelah bak penampungan SPBU Bagansiapiapi terbakar, sekira pukul 2.00 WIB, Rabu (15/4/15), SMP Negeri 2 Bangko Rohil, di Jalan Pelabuhan Hulu, Kelurahan Bagan Hulu, ludes terbakar. Warga kecewa, pemadam kebakaran lambat datang.
Api membakar bangunan papan sekolah bagian belakang, termasuk gedung bertingkat semen bagian depan.
Alat-alat drum band yang menjadi kebanggan murid sekolah itu hangus terbakar, termasuk perpustakaan, yang pagi harinya dilihat ratusan murid-murid. Mereka hanya bisa termenung dan tak banyak bicara, karena sekolah kesayangan mereka ludes terbakar, bahkan beberapa murid ikut mendekat.
Lurah Bagan Barat, Haryadi Tamrin sibuk mengamankan murid-murid yang terus mendekat, karena saat itu kobaran api masih ada. “Keluar-keluar,” teriak Hardi Tamrin untuk menyelamatkan murid-murid yang mendekat.
Haryadi Tamrin belum mau dikonfirmasi terkait kejadian tersebut, dan menyuruh tanya langsung kepada kepala sekolah, namun ketika diminta no hp kepala sekolah, dia mengaku tidak memilikinya, karena kepala sekolah tersebut masih baru.
Menurut Santi, warga yang tinggal didepan bangunan sekolah mengatakan, dia dan keluarga dibangunkan warga sekira pukul 02.30 WIB, dan api pada awalnya sudah membakar bagian belakang, bangunan papan.
Lama kelamaan api terus membesar dan merambat kesejumlah bangunan lainnya, termasuk tempat penjaga sekolah yang tak sempat menyelamatkan harta bendanya. “Keluar hanya dengan pakaian dibadan, sepeda motor tiga buah terbakar,” ujar Santi.
Masyarakat katanya berupaya memadamkan api menggunakan air sungai, dibantu pemadam kebakaran yang datang agak lama dari mulainya kebakaran.
Warga sekitar katanya menjadi panik, ibunya sampai kehabisan suara karena berteriak. “Selamatkan ayah, selamatkan ayah kata Umak (ibu, red), padahal ayah kami sudah meninggal, dia lupa, kalau ayah sudah meninggal,” ujar Santi menggambarkan kepanikan warga.
Sementara itu, warga lain mengaku tidak mengetahui sumber api, namun penyataan sama, api pada awalnya memang berasal dari bagian belakang bangunan sekolah yang terbuat dari papan, diantaranya ruangan majelis guru.
Warga mengaku kecewa atas lambatnya pemadam kebakaran datang kelokasi kejadian, seandainya agak cepat, diyakini masih banyak bangunan yang bisa diselamatkan.
Namun khsusus untuk bangunan kayu, memang dalam waktu singkat sudah rata dengan tanah, sedangkan bangunan yang ada dibagian pinggir masih ada yang bisa diselamatkan setelah pemadam kebakaran datang, api baru bisa dijinakkan sekira pukul 04.00 WIB.
Selanjutnya, karena api belum begitu padam, sekira pukul 05.30 WIB mobil pemadam kebakaran kembali datang memadamkan sisa-sisa api untuk mengantisipasi merembet ketempat lain.
Dalam pada itu, sekolah ini dipergunakan oleh murid kelas 1 dan kelas 2, sedangkan murid kelas 3 sudah belajar menggunakan gedung baru di Jalan Kecamatan Batu Empat.***(nop/rtc)

home
Home
Posting Komentar