News Update :

Politik

More on this category »

Sosial dan Budaya

More on this category »

Olahraga

More on this category »

Ekonomi

More on this category »

Hukum dan Kriminal

More on this category »

Pendidikan

More on this category »

Peristiwa

More on this category »

Kesehatan

More on this category »
No Drag
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Sesama Parpol Koalisi Beda Paham, Tolak UU Bernuansa Agama, PPP Anggap PSI Gagal Paham Sejarah

Penulis : admin on Sabtu, 17 November 2018 | Sabtu, November 17, 2018

Sabtu, 17 November 2018



Related image

JAKARTA - Meski sesama pendukung capres nomor 01, PPP dan PSI sepertinya beda paham. Bahkan Wakil Ketua Umum PPP, M. Arwani Thomafi menyayangkan pernyataan ketua umum PSI, Grace Natalie yang menolak Perda bernuansa agama baik itu Perda Syariah maupun Perda Injil.
Pernyataan itu menurut Arwani bahkan bisa diartikan Anti NKRI dan Anti Pancasila.
Sikap PSI itu menurut Arwani juga mencerminkan ketidaktahuan mereka tentang sejarah dan hukum di Indonesia. Para pendiri bangsa sudah sepakat sepakat bahwa aturan di bawah Undang-undang Dasar (UUD) 1945 bisa mengatur atau mengadopsi hukum keagamaan.

"Adopsi hukum agama (syariah) baik pada tingkat UU maupun Perda sesungguhnya merupakan pencerminan negara hukum Pancasila yang dijiwai semangat Ketuhanan Yang Maha Esa," kata Arwani.
Ia menambahkan, sepanjang UU dan perda itu dibentuk berdasarkan prosedur legislasi yang benar sesuai aturan, maka harus diterima sebagai bagian hukum nasional atau daerah. Bahkan saat ini sebenarnya sudah banyak UU atau Perda bernuansa agama yang sudah dinikmati masyarakat Indonesia.
Arwani mencontohkan pemberlakukan UU 1/1974 tentang Perkawinan yang merupakan bentuk terbaik dari adopsi hukum agama syariah dalam hukum positif negara. UU ini terbukti berjalan baik dan tetap dalam semangat NKRI. UU ini membuat perkawinan bisa dilakukan menurut agama masing-masing.
"Sikap PSI ini menunjukkan ketidaktahuan terhadap sistem hukum nasional. Dalam titik ini, sikap politik PSI justru lebih ekstrem dibanding kebijakan politik hukum era Kolonial yang dalam dinamikanya mengakui eksistensi hukum Islam di Indonesia," tambahnya.
Pernyataan politik PSI ini juga berpotensi memecah belah serta menimbulkan keresahan di masyarakat dan bisa disebut ingin mencerabut akar Indonesia dari genetika negara berketuhanan.
"PSI ahistoris dalam melihat sejarah berdirinya NKRI melalui rapat BPUPKI, PPKI serta dinamika politik saat kemerdekaan," pungkas Arwani.
PPP selama ini memang menjadi partai yang memperjuangan syariah secara konstitusional. Selain UU Perkawinan, PPP juga berada di garda terdepan pada lahirnya UU 7/ 1974 tentang Penertiban Perjudian, UU 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat, UU 44/2008 tentang Pornografi, dan lainnya.***
komentar | | Read More...

Daftar Lengkap Pengurus Golkar Riau Kubu Indra Muchlis

Penulis : admin on Kamis, 16 April 2015 | Kamis, April 16, 2015

Kamis, 16 April 2015

deskripsi gambar

PEKANBARU – Belakangan beredar foto copy Surat Keputusan (SK) Nomor KEP-025/DPP/Golkar/III/2015 tanggal 31 Maret 2015, Ketua Umum DPP Golkar hasil Musyawarah Nasional Ancol, Agung Laksono. SK tersebut meresmikan susunan dan komposisi pelaksana tugas pengurus‎ DPD I Golkar Riau. Di dalam SK yang langsung ditandantangani Agung Laksono dan Zainudin Amali selaku Sekretaris Jenderal DPP Golkar.

Selain menisbatkan Indra Muchlis Adnan sebagai ketua umum, SK tersebut juga mencantumkan nama Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman sebagai ketua penasehat DPP I Golkar Riau. ‎ Padahal, Arsyadjuliandi Rachman yang juga Plt gubernur Riau ini merupakan Plt ketua DPD I Golkar Riau versi ketua umum DPP Golkar, Aburizal Bakrie. 


Berikut susunan komposisi kepengurusan DPD I Golkar Riau versi Agung Laksono. 

Penasehat: Arsyadjuliandi Rachman,
Ketua Umum: Indra Muchlis Adnan, 
Pelaksana Harian : Anto Rachman selaku ketua harian. 
Wakil Ketua : 
Herman Abdullah, 
Yuherman Yusuf, 
Septina Primawati Rusli, 
Sufian Hanim, 
M Satar Thaher, 
Zainal Arifin 
Sekretaris Umum: Andrini
Wakil Sekretaris: Nurkholis Hadi, 
Syed Aziz Assegaf, 
Panca Setyo Prihatin, 
Ibrahim, 
Toni Werdiansyah, 
Yulisman. 
Bendahara Umum : Siti Rahma Bakar
Wakil Bendahara: Yuswita Usman.‎ ***(ary/rtc) 
komentar | | Read More...

KPU Akui Tak Ada Kendala Gelar Pilkada Serentak 2015

Penulis : admin on Minggu, 29 Maret 2015 | Minggu, Maret 29, 2015

Minggu, 29 Maret 2015

kpu

JAKARTA- Pemerintah telah mengesahkan dua Undang-undang terkait pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak. Terkait itu, Komisi Pemilihan Umum siap menyelenggarakan Pilkada serentak yang akan digelar akhir 2015 mendatang.

Menurut Ketua KPU Husni Kamil Manik, KPU tidak mengalami masalah dan beban yang berarti untuk menyelenggarakan Pilkada serentak tersebut. Sebab katanya, KPU mempunyai waktu yang cukup banyak dalam mempersiapkan helat lima tahunan tersebut.

"Sebenarnya dalam konteks Indonesia terkait Pilkada serentak, kita punya waktu cukup lama. Hal ini pun pernah terjadi pada Pilkada 2005 yang juga disiapkan dalam waktu 6 bulan. Justru dari waktu ke waktu mengalami peningkatan," kata Husni dalam diskusi bertema "Siapkah Pilkada Serentak" di Jakarta, Sabtu (28/3/15).

Husni menjelaskan, salah satu masalahnya yang selalu terjadi selama ini adalah kurang siapnya produk hukum sehingga kadang-kadang menjadi kendala bagi KPU, baik di pusat maupun KPUD. Sebab, lamanya para anggota DPR menyelesaikan produk hukumnya membuat suatu kendala tersendiri.

"Biasanya masalahnya hukum itu hanya di awal saja, terutama dalam pembuatan produk aturan atau undang-undangnya. Inikan seolah-olah tak bisa memperbaiki masa depan. Contohnya, harusnya kita sudah membicarakan dan menyiapkan produk undang-undang untuk Pemilu 2019. Tapi DPR tidak memasukkan dalam legislasi prioritas," ungkapnya.

Untuk itulah sebut Husni, dalam rangka sosialisasi produk hukum yang sudah ada, pihaknya sudah menyiapkan skenario-skenario agar tidak menimbulkan kericuhan seperti pada pemilihan legislatif dan presiden yang sudah lalu.

"Tentu kami menyiapkan beberapa skenario agar kami tidak salah dalam menjelaskan peraturan hukum yang ada," ujarnya.

KPU hingga kini terus menyiapkan Rancangan Peraturan KPU (PKPU) terkait Pilkada Serentak. PKPU ini telah diuji partai politik, lembaga swadaya masyarakat dan media. Pihak KPU telah menyampaikan PKPU yang disampaikan kepada KPU di seluruh provisi dan kabupaten/kota lewat pertemuan dengan. Pertemuan tersebut untuk mematangkan rancangan PKPU sebelum dikonsultasikan ke DPR RI.

Namun, beberapa KPU kota/kabupaten menilai sejumlah rancangan memberatkan daerah. Terutama terkait syarat rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara yang dinilai terlalu banyak.

Selain itu, KPU daerah juga keberatan terkait rancangan PKPU yang membahas aturan kampanye. Apalagi, beberapa daerah menyatakan dana kampanye untuk Pilkada serentak tidak seimbang.***(jor)
komentar | | Read More...

Dukung Agung dengan Syarat, Sikap Andi Mengecewakan DPP Munas Ancol

Penulis : admin on Sabtu, 28 Maret 2015 | Sabtu, Maret 28, 2015

Sabtu, 28 Maret 2015

partai golkar

PEKANBARU- Koordinator Wilayah Riau dan Kepulauan Riau DPP Partai Golkar yang telah mendapatkan pengesahan Kemenkum dan HAM, Indra Muchlis Adnan mengungkapkan pertemuan Plt Ketua DPD I Partai Golkar Riau Arsyadjuliandi Rachman dengan Ketum Agung Laksono di Jakarta kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Andi mngungkapkan dukungan pada DPP dibawah kepemimpinan Agung Laksono, namun dengan syarat menunggu keputusan hukum tetap. Ada hasil gugatan PTUN yang diajukan kubu Aburizal Bakrie alias Ical. 

“Dukungan Andi masih koma. Belum titik dan itu mengecewakan kami. Mereka masih main dua kaki. Satu mendukung kami, satu lagi mendukung Ical,” tutur Indra saat berbincang dengan media melalui sambungan telephon, Sabtu (28/3/15). 

Menurut Indra, para pengurus daerah tak dipaksa untuk mendukung keputusan pemerintah. Semua diserahkan kepada mereka, karena DPP juga sudah memiliki langkah untuk setiap situasi. Bagi yang langsung menyatakan dukungan segera didefinitifkan, sementara bagi yang tak mendukung segera dibentuk pelaksana tugas (Plt). 

“Jadi mendukung atau tidak, itu tidak ada masalah bagi kami. Mulai tanggal satu April bagi yang tidak mendukung akan kita tunjuk Plt,” demikian penjelasannya. 

Informasinya, selain Andi, juga ada delapan anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Riau yang menemui DPP kubu Agung Laksono, namun seluruhnya sikapnya sama. Mendukung dengan syarat menunggu keputusan hukum tetap.***(mad)
komentar | | Read More...

Suparman Berminat Gunakan Perahu Demokrat di Pilkada Rohul

Penulis : admin on Kamis, 26 Maret 2015 | Kamis, Maret 26, 2015

Kamis, 26 Maret 2015

deskripsi gambar

PEKANBARU - Tidak takut meskipun menghadapi Achmad, Suparman (salah seorang bakal calon bupati Rohul) ingin menggunakan perahu Partai Demokrat dalam Pilkada Rohul mendatang. 

“‎Semua partai kalau membuka pendaftaran kita akan daftar. Termasuk Partai Demokrat yang juga partainya bupati Rohul saat ini (Achmad,red),” kata Suparman saat bincang-bincang dengan riauterkinicom di ruangannya, Kamis (26/03/15). 

Saat ini sebutnya, ia baru mendaftarkan diri ke Partai Nasional Demokrat (NasDem) Rohul yang juga memiliki empat kursi di DPRD Rohul dan tengah menunggu tes yang dilakukan DPW NasDem Riau.‎ 

“‎Kalau partai Golkar sendiri, memang hasil rapat Golkar Rohul memutuskan kita untuk maju, tapi pastinya kita menunggu putusan akhir atas polemik yang mendera Golkar,” ungkap ketua DPD II Golkar Rohul ini.‎ 

Ketua DPRD Riau ini pun tetap optimis Partai Golkar akan mengusungnya dalam Pilkada Rohul. ‎Dalam memutuskan calon yang akan diusung, biasanya partai akan menggunakan survei yang dilakukan lembaga independen yang sudah dipercaya partai. 

‎“Mudah-mudahan apa yang direncanakan ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan. Mohon juga do'a serta dukungan masyarakat Rohul,” tutup putra asli Rohul ini. Seperti yang diketahui, Partai Demokrat merupakan partai penguasa saat ini di Rohul. Selain mendapatkan jumlah kursi terbanyak di DPRD Rohul dengan delapan kursi, Achmad juga merupakan Plt Ketua DPD Demokrat Riau. ‎‎ 

Dari segi politik, kedua putra Rohul ini memang dikenal sering berseberangan.‎ ***(ary)
komentar | | Read More...

Makmur Ikut Penjaringan Balon Bupati Rohil di Partai Demokrat

partai demokrat

BAGANSIAPIAPI-H Makmur AT alias Among mengambil formulir pendaftaran bakal calon (balon) Bupati Rohil di kantor DPC Demokrat Jalan Utama Bagansiapiapi, Rabu (25/3/15). Anggota Polda Kepri yang berpangkat AKP ini tidak asing lagi di telinga masyarakat Rohil. 

Pria yang akrab disapa Among itu merasa terpanggil jiwanya untuk memberi perubahan di tanah kelahirannya. 

“Ya merasa terpanggil untuk mengabdi dinegeri kelahiran serta ingin bersama-sama membangun Rohil lebih baik kedepan,’’ ujar Among yang sebelumnya juga telah mengambil formulir di Partai Gerindra. 

Dikatakan pria 56 tahun tersebut, besar keinginannya menjadikan Rohil lebih baik juga didukung partai yang mengusungnya nanti. “Siapa-siapa partai yang mengusung saya berharap bisa satu jalan dengan tujuan menjadikan Rohil lebih baik nantinya,’’ ucap ketua Ikatan Keluarga Rokan Hilir (IK Rohil) di Batam.


Diakui Among, baru dua formulir partai yang dijemputnya. “Ya baru Gerindra dan Demokrat, untuk partai lainnya nanti dipikirkan lagi,’’ ujarnya sembari tersenyum. 

Sementara itu, salah seorang rekannya, Afrizal kepada wartawan mengakui sosok Among merupakan tokoh yang berdedikasi di Kota Batam. “Beliau orang yang berdedikasi. Ditempat tugasnya (Batam) beliau merupakan tokoh yang disegani,’’ pungkas Afrizal yang biasa dipanggil Ijal Simin.***
komentar | | Read More...

7 Pendaftar, Baru Seorang PNS Kembalikan Formulir Balon Bupati Rohil ke Gerindra

partai gerinda

BAGANSIAPIAPI-Dari tujuh formulir yang sudah diambil, baru satu calon bupati yang sudah mengembalikan formulir ke DPC Partai Gerindra Rokan Hilir. Yang bersangkutan Syafrudin, PNS dilingkungan Pemkab Rohil. 

Pengembalian formulir dilakukan Rabu (25/3/15), diterima langsung Ketua Penjaringan, Ucok Mukhtar dikantor DPC Partai Gerindra, Jalan Pahlawan, Bagansiapiapi. 

“Pagi ini, saya mendatangi kantor DPC Gerindra Kabupaten Rokan HIlir, dalam rangka mendaftarkan diri, dan sekaligus penyerahan berkas, dalam rangkaian tahapan pilkada 2015-2020, dan saya mencalonkan diri sebagai Bupati Rokan Hilir dari Partai Gerindra,” ujar Syafrudin, saat diwawancara. 

Dia berharap, bisa jadi Bupati Rokan Hilir periode 2015-2020, diusung Partai Gerindra. 

Ketika ditanya motivasi, Syafrudin menyebut, untuk membangun masyarakat lebih baik kedepan. “Kita selaku putra daerah Rokan Hilir, ingin berbuat sebaik mungkin untuk menata pemerintahan yang lebih baik dengan bekerja sama semua pihak,” katanya menyebut motivasinya maju, tidak berfikir untuk kepentingan kelompok ataupun pribadi. 

Karena dirinya mengklaim berbekalkan pengalaman. “Saya sudah mengabdi 30 tahun dipemerintah, selaku pengawai negeri, saya akan coba dengan pengalaman ini, membangun masyarakat, membangun Kabupaten Rokan Hilir dengan baik,” tambahnya. 

Terutama, berusaha mengentaskan kemiskinan, meningkatkan mutu pendidikan, melakukan pelayanan kesehatan, sekaligus menciptakan lapangan kerja, menggali potensi-potensi yang selama ini mungkin belum tergali oleh pemerintah saat ini. 

Terkait statusnya masih PNS, Syafrudin mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mundur. “Demi rakyat Rokan Hilir, saya siap berhenti dari pegawai negeri, ada aturan, kalaupun boleh, umur 50 tahun keatas tu boleh mengajukan pensiun, kalau atasan saya mengizinkan saya pensiun akan pensiun, kalau memang harus berhenti, saya sudah siap berhenti. Itu komitmen,” tekadnya. 


Tekad sudah bulat, maju untuk menang, tidak menjatuhkan orang lain, tapi maju bersama, menang bersama. “Saya menang untuk masyarakat, saya menang untuk kawan-kawan diseluruh partai, dan saya berjanji tidak akan menjatuhkan orang lain,” katanya. 

Kalau dirinya menang, dia bersyukurm tapi kalau kalah, akan mensupport yang menang sesuai kemampuannya. “Tapi saya yakin, untuk putaran kali ini, saya yang akan menang,” katanya optimis. 

Dalam pada itu, kemungkinan koalisi yang bakal dijalinnya, dengan PKB, PAN dan PPP, karena persyaratan 20 persen kursi DPRD, Partai Gerindra hanya memiliki 5 kursi, dan butuh 4 kursi lagi. 

“Dan tidak tertutup kemungkinan, saya akan mendaftarkan diri kepada semua partai yang membuka diri, dan saya siap dicalonkan. Tapi saya berharap sekali, saya berangkat dari Gerindra. Karna ini partai idola saya,” keinginannya. 

Ditempat yang sama, Ucok Mukhtar, Ketua Penjaringan calon bupati dan wakil bupati Partai Gerindra menjelaskan, sampai hari itu, baru satu, Syafrudin, mengembalikan formulir. “Setelah kami lihat dari isi formulirnya, apa yang kami mintakan administrasi, Insya Allah dilengkapi dia semua,” ujar Ucok. 

Gerindra, mengharapkan media massa, memberikan masukan-masukan, kepada bakal calon bupati, supaya masyarakat mengetahui. 

“Kami dari penjaringan Gerindra mengharapkan juga masukan-masukan dari masyarakat, apa yang disampaikan oleh salah satu bakal calon tadi, dia bertekad adalah ingin di Partai Gerindra, supaya dia bisa maju,” sebutnya. 

Sementara di Partai Gerindra, harus membutuhkan empat kursi lagi, sedangkan Syafrudin katanya melirik PKB. “Kami dari Gerindra, berkemungkinan hanya sebagai orang nomor satu, kalau itu, deal-deal antara partai nanti,” katanya. 

Sedangkan sampai saat itu, yang mengembalikan formulir baru satu, yang sudah mengambil formulir tujuh bakal calon, batas akhir Selasa (31/3/15).***
komentar | | Read More...

Ketua Partai Golkar Kota Dumai Zulkfili Ahad Tetap Membangkang ke Kubu Agung Laksono

Penulis : admin on Rabu, 25 Maret 2015 | Rabu, Maret 25, 2015

Rabu, 25 Maret 2015

zulkifli ahad

DUMAI - Pengurus DPD Partai Golkar Kota Dumai tetap menolak kepemimpinan Agung Laksono karena masih menunggu keputusan hukum tetap atas gugatan yang diajukan pihak Aburizal Bakrie.

Ketua DPD II Partai Golkar Kota Dumai Zulkifli Ahad mengatakan, penolakan terhadap Agung Laksono sudah diputuskan bersama di internal daerah partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Sikap kami tegas menolak kubu Agung Laksono dan masih berada di garis kepengurusan Aburizal Bakrie," ucap Zulkifli, Rabu (25/3).

Dia menyebutkan, sikap tidak mengakui Agung Laksono ini diambil setelah melalui koordinasi dan komunikasi bersama jajaran pengurus provinsi. Selain itu, mereka melihat adanya peserta yang diduga ilegal dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Ancol.

Sementara, Plt Ketua DPD Golkar Riau Arsyadjuliandi Rahman mengimbau supaya para kader Partai Golkar dan anggota legislatif untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.

"Jalankan tugas dan fungsi dengan baik dan sejauh ini Golkar di Riau masih kondusif, kami tunggu kepastian mana yang menurut Undang-undang yang ada," sebutnya. ***
komentar | | Read More...

PAN Siak Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wakil

Penulis : admin on Senin, 23 Maret 2015 | Senin, Maret 23, 2015

Senin, 23 Maret 2015

deskripsi gambar

SIAK - Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Siak membuka penjaringan kepada Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Siak yang ingin maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Desember mendatang. Penjaringan dipungut biaya.

"Berapa besar biayanya, masih rahasia," kata Komite Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Siak, Suyut, kepada wartawan di Siak Sri Indrapura.

Menurutnya, pendaftaran dengan biaya sudah biasa. "Pendaftaran Kepala Desa (Kades) saja bayar kok," ujar Suyut. 

Juru Bicara KPPD PAN Siak Eka Suhendra dan Sekretaris KPPD PAN Siak, Ibrahim juga membenarkan adanya uang pendaftaran itu. Karena menurutnya, semua partai melakukan pola yang sama dan tidak menjadi hal yang janggal dalam politik. 

Tidak mau lama terjebak dengan soal uang pendaftaran, Eka Suhendra yang dibantu anggota KPPD PAN lainnya menerangkan perihal penjaringan. Rencananya, penjaringan dilaksanakan mulai tanggal 23 Maret 2015 -6 April 2015 mendatang. 

"Siapa yang berminat mendaftar bisa mengambil formulir di DPD PAN Siak, Jalan Raja Kecik ini," kata Eka. 

Upaya penjaringan, sebut Eka, juga berlaku bagi kader PAN sendiri. Sehingga, proses penentuan bakal calon bupati/wakil bupati dari PAN Siak diberlakukan sama tanpa ada perbedaan. "Di kader sendiri tetap ada yang disiapkan, kemungkinan Zulfi dan Sujarwo," ungkap Eka.

Persyaratan yang bakal diseleksi, tambahnya, sesuai dengan persyaratan yang diberlakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Jika lulus persyaratan, pihaknya akan memproses balon yang mendaftar dengan  fit dan proper tes. "Mekanismenya, evaluasi, dan verifikasi. Kemudian fit and propertes akan di diskusikan dengan DPD PAN. Kemudian, DPD akan gelar rapat pleno," katanya.

Eka mengaku optimis bakal banyak pihak luar yang mendaftar kendati waktu begitu pendek. Alasannya, partai besutan Amien Rais itu terbilang mempunyai nilai tawar yang cukup tinggi di Siak. Sedikitnya, PAN berhasil menjebloskan 5 kadernya di DPRD Siak.

Diketahui, Partai Politik (Parpol) yang dapat mengusung calonnya sendiri adalah yang memenuhi 20 persen dari jumlah kursi di DPRD. Sementara di DPRD Siak tak satupun yang memenuhi syarat tersebut. Sehingga, masing-masing partai politik mulai membangun komunikasi untuk dapat berkoalisi dalam helatan lima tahunan Siak, 2016 mendatang. 
komentar | | Read More...

Dua Balon Bupati Kuansing Kompak di Pembukaan Turnamen Airmas Cup

deskripsi gambar

TELUK KUANTAN- Meski dalam suasana kompetisi yang panas, dua pasangan Bakal calon bupati dan calon wakil bupati Kuansing, Imran SH dan pasangan Indra Putra-Komperensi tetap terlihat tenang.

Kedua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung pada Pilkada Kuansing Desember 2015 mendatang ini, terlihat berbincang dan berpelukan saat menghadiri acara Pembukaan turnamen Volly Ball, Air Mas Cup di Desa Air Mas, Kecamatan Singingi, Minggu(22/3/15) sore.

Pasangan bakal Cabup Kuansing, Indra Putra datang mengenakan celana jeans biru dan baju kaos berwarna kuning. Sementara bakal calon bupati Kuansing, Imran sedikit berbeda, dengan balutan jaket, dengan celana jeans berwarna biru serta memakai topi.

Dalam acara ini, kedua pasangan calon pemimpin Kuansing ini diberikan kesempatan oleh pihak panitia untuk memberikan pengarahan dihadapan ratusan penonton, selain itu untuk mensupport para peserta yang akan bertanding pada tournamen tersebut, sehingga pertandingan tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Ketua Dewan Pembina Imran Centre, Imran SH, saat diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan masyarakat Desa Air Mas ini. Dia juga berharap, agar tournamen yang dilakukan oleh masyarakat Desa Air Mas selama 20 hari kedepan itu berjalan sukses dan damai.

Selain memberikan pengarahan kepada masyarakat setempat yang hadir dalam turnamen tersebut, pengusaha dermawan itu juga memberikan bantuan dana sebesar Rp35 juta.

"Sebagai bentuk kecintaan saya kepada masyarakat Desa Air Mas, saya sumbangkan Rp30 juta untuk membantu pelaksanaan turnamen ini," ujar Imran disambut tepuk tangan penonton.

Selain untuk pelaksanaan turnamen, komisaris delapan perusahaan besar di Palembang ini, juga memberikan dana pembinaan untuk ibu-ibu PKK Desa Air Mas sebesar Rp5 juta.

Kehadiran Imran pada turnamen itu, didampingi oleh rombongan massa pendukungnya, termasuk sejumlah tokoh penting di Kuansing diantaranya, Hassanusi, Js, Raja Rusdianto dan para tokoh lainnya. Selain itu juga tanpak hadir mendampinginya, mantan Sekda Kuansing, Rasiman Rauf.

Sementara itu, bakal calon bupati, Indra Putra didampingi oleh pasangan calon wakil bupati, Komferensi. Indra Putra dalam kesempatan itu juga memberikan sumbangan kepada masyarakat setempat. Sumbangan yang diberikan Indra Kota sapaan akrabnya, berupa biaya untuk menanggung sekitar seribu tiket penonton.

"Saya dengar masyarakat yang mau menonton pertandingan ini dipungut bayaran, jadi saya akan membebaskan biaya tiket para penonton, biar peserta yang menang merasa senang, dan masyarakat yang menonton juga senang karena tidak dipungut bayaran," ujar Indra Kota dalam sambutannya.

Memang pada awalnya, pihak panitia penyelenggara turnamen berencana akan memungut bayaran kepada penonton masing-masing Rp5 ribu per tiket. Hal ini dilakukan kata pihak panitia, untuk mengumpulkan dana guna untuk membiayai turnamen tersebut.

"Kalau untuk biaya pertandingan selama 20 hari kedepan, saya rasa sudah cukuplah bantuan dari kakanda saya, Imran, kalau tiket saya yang tanggung, biar masyarakat juga bisa menonton," kata Indra lagi disambut tepuk tangan penonton.

Sementara itu, Kepala desa Air Mas, Sutiyo mengucapkan terima kasih kepada kedua tokoh muda Kuansing yang telah menunjukan kepeduliannya terhadap masyarakat khususnya warga Desa Air Mas.

Kedatangan kedua calon pemimpin Kuansing ini mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat sekitar. Camat Singingi, Asmari juga terlihat senang dengan kehadiran kedua tokoh muda Kuansing tersebut. Sebab dengan hadirnya kedua calon pemimpin itu membuat acara bertambah semarak.

Sebelum pertandingan dimulai, pemukulan bola pertama dilakukan oleh Camat Asmari, lalu pemukulan kedua dilakukan oleh Cabup, Imran dan selanjutnya Cabup Indra Kota.***
komentar | | Read More...

Pilgubri Putaran Dua, PKB Belum Tentukan Dukungan

Penulis : Unknown on Jumat, 11 Oktober 2013 | Jumat, Oktober 11, 2013

Jumat, 11 Oktober 2013

Mesti dibeberapa daerah, PKB telah menyatakan dukungan kepada satu calon pada Pilgubri putaran dua. DPW akan undang semua DPC untuk satukan suara.

PEKANBARU- Sebelum menetapkan jagoannya pada putaran kedua Pilgubri nanti. DPW PKB Riau terlebih dahulu meminta masukan seluruh DPC PKB se-Riau.

“Kita undang seluruh DPC, masukan dan saran pendapat mereka, setelah itu barulah tahu siapa jagoan kita. Habis lebaran haji inilah,” kata Riky Hariansyah, Wakil Ketua Majelis Syuro DPW PKB Riau kepada riauterkinicom di gedung DPRD Riau, Kamis (10/10/13).

Setelah mengetahui siapa jagoannya, DPW PKB Riau akan mengirimkan surat ke DPP terkait hasil pertemuan DPW PKB Riau dengan seluruh DPC PKB yang ada.

Anggota Komisi A DPRD Riau ini juga mengakui, kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Riau yang akan maju pada putaran kedua telah melakukan pendekatan dengan DPW PKB Riau.

“Sudah ada komunikasi kita dengan dua pasangan yang akan maju itu. Tapi, belum ada yg konkrit, seperti bagaimana koalisinya maupun kerjasamanya nanti. Bagi kami, ini juga berkaitan dengan Pileg dan Pilpres 2014,” ungkapnya.

Di samping itu, terkait koalisi PKB Riau dengan PDI Perjuangan pada putaran pertama. Riky Hariansyah mengatakan, hal itu tidak akan berlaku untuk putaran kedua.

“Sebagai jagoan kita pada putaran pertama kemarin, Bang Lukman Edi belum memberikan arahannya kepada kita terkait siapa jagoan yang akan kita dukung pada putaran kedua,” tutupnya.


sumber : riauterkini dot com
komentar | | Read More...
No Drag No Drag

Login

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Ekspos Riau . All Rights Reserved.
Design Template by # | Support by creating website | Powered by Blogger