
PEKANBARU-Makin meningkatnya kasus narkoba yang terjadi diwilayah Riau menjadi perhatian khusus, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Untuk itu, Kepala Kejati Riau, Setia Untung Arimuladi SH MH berencana akan menimalisir kasus tersebut dengan bersosialisasi ke sekolah sekolah.
Hal itu dikatakan Untung saat menjadi nara sumber diskusi Gerakan Anti Narkoba (Granat) Pekanbaru di Jalan Durian. Pekanbaru, Kamis (26/3/15) sore.
Ia tidak menampik, banyaknya kasus narkoba di Riau karena berbatasan langsung dengan negara tetangga.
" Masalahnya sekarang ini, jaringannya sangat rapi," ujarnya.
Menurut Untung, selama tahun 2014, Kejati dan jajaran menerima 588 perkara narkoba dari penyidik kepolisian. Sementara tahun ini, terhitung Januari hingga Februari, telah diterima 128 perkara.
" Jumlah itu sangat besar. Tahun ini saja baru dua bulan sudah 128 perkara. Masih ada beberapa bulan lagi dan perlu diminimalisir," kata Untung.
Dikatakan Untung, pihaknya bersama pihak terkait lainnya siap memberantas narkoba di Riau ini. Bahkan, Untung berencana akan mensosialisasikan bahaya narkoba di sekolah-sekolah di Riau.
" Kita rencanakan 6 April mendatang. Saya akan jadi inspektur upacara Senin langsung di sekolah-sekolah, khususnya SMA. Langkah itu akan diikuti kejaksaan di Riau," tuturnya.
Saat ini, ungkap Untung, narkoba sudah jadi masalah serius. Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah menyatakan negara status darurat narkoba.
" Narkoba sangat membahayakan," ucapnya.
Disinggung penyalahgunaan narkoba oleh jajaran kejaksaan, Untung menyatakan, sebagai pimpinan sudah memperingatkan bawahan agar hati-hati dan tidak terlibat narkoba.
" Namun jika masih ada yang melanggar itu bukan lagi institusi tapi pribadi.
Oknum itu harus siap dengan resiko," tegasnya.
Untung juga berharap, pemerintah daerah membangun rehabilitasi narkoba.
" Ini adalah salah satu cara pemerintah menangani narkoba," tambahnya.
Sementara itu, AKBP Manurung selaku perwakilan Polda Riau, menjelaskan, kepolisian sedang melakukan Operasi Antik 2015. Operasi itu khusus menangani narkoba.
" Kita merazia tempat-tempat hiburan. Namun saya menilai itu kurang efektif karena di tempat itu kebanyakan hanya pemakai. Kita juga tidak mungkin tiap malam razia ke sana," ungkapnya.
Manurung mencontohkan, saat operasi beberapa waktu lalu, pihaknya mengamankan 13 orang pengunjung dari Arena Jalan Tuanku Tambusai. Mereka pemakai.
" Ujung-ujungnya nanti rehabilitasi," kata Manurung mengakhiri.***(har)

home
Home
Posting Komentar