News Update :

Politik

More on this category »

Sosial dan Budaya

More on this category »

Olahraga

More on this category »

Ekonomi

More on this category »

Hukum dan Kriminal

More on this category »

Pendidikan

More on this category »

Peristiwa

More on this category »

Kesehatan

More on this category »
No Drag
Tampilkan postingan dengan label Sosial dan Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial dan Budaya. Tampilkan semua postingan

300 Pelajar dan Umum di Bengkalis Ikuti Napak Tilas Pahlawan

Penulis : admin on Jumat, 09 November 2018 | Jumat, November 09, 2018

Jumat, 09 November 2018

BENGKALIS- Sempena memperingati Hari Pahlawan tahun 2018, sekitar 300 peserta dari 30 regu kategori pelajar dan umum mengikuti kegiatan Napak Tilas jejak perjuangan pahlawan di Bengkalis. 

Kegiatan ditaja oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bengkalis itu, resmi dilepas oleh Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Haholongan, Kapolres Bengkalis AKB Yusup Rahmanto, SIK, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kabupaten Bengkalis, Dra. Hj. Martini, MH di Lapangan Tugu Bengkalis, Kamis (8/11/18) kemarin. 

Ketua Panitia Napak Tilas, Sufandi mengatakan, bahwa seluruh regu paling banyak terdiri dari 10 orang. kegiatan akan berlangsung selama dua hari, dan para peserta akan menempuh jarak lebih kurang sepanjang 45 kilometer (Km). Dengan rute star dari Lapangan Tugu Bengkalis kemudian selama sehari perjalanan melewati Desa Penampi, dan tujuan Lapangan Sepakbola Desa Selatbaru (Kecamatan Bantan) sebagai lokasi pertama bermalam atau beristirahat.

"setelah beristirahat, pada jum'at 9 November dari lapangan sepak bola selatbaru perjalanan dilanjutkan menuju Desa Pedekik ke tujuan akhir Bumi Perkemahan di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis dan bermalam. Dan keesokan harinya, Sabtu, 10 November pagi, seluruh peserta diimbau menuju Lapangan Tugu, Bengkalis untuk mengikuti apel upacara Hari Pahlawan," terangnya. 

Ditegaskan Sufandi, bahwa melalui kegiatan ini diharapkan tidak hanya semata-mata perlombaan semata. Namun bagaimana peserta mampu turut merasakan jejak para pahlawan pejuang mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

"Yang harus dikedepankan dalam kegiatan ini adalah mengingat perjuangan pahlawan. Karena mereka berjuang tanpa pamrih, berkorban nyawa, harta dan keluarganya. Semangat ini yang harus kita ambil, dan generasi kita khususnya di Bengkalis harus mengetahui bagaimana perjuangan pahlawan melawan penjajah. Dan ini yang harus dicontoh oleh generasi kita sebagai pewaris bangsa," ungkapnya seraya menambahkan bahwa peserta Napak Tilas ini jarak waktu per regu sekitar 5 menit. 

Sementara itu ditambahkan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Firdaus menyampaikan, kegiatan ini melibatkan sekitar 54 orang terdiri dari unsur Polres Bengkalis, TNI dari Kodim 0303/Bengkalis, Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan Dinsos sendiri. Sedangkan untuk tim juri, dari Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga, dan Kodim 0303/Bengkalis. 

"Bagi peserta diberikan kesempatan meraih uang pembinaan, untuk juara pertama Rp6 juta, kedua Rp5 juta, ketiga Rp4 juta, juara harapan satu Rp3 juta dan harapan dua Rp2,5 juta. Kemudian disamping hadiah yang disiapkan para peserta juga dibantu biaya operasional selama mengikuti kegiatan sebesar Rp1,5 juta per regu," ujarnya.***(dik)
komentar | | Read More...

Bupati Menghimbau, Kades Harus Jadi Ujung Tombak Pembangunan di Pelalawan

Penulis : admin on Rabu, 15 April 2015 | Rabu, April 15, 2015

Rabu, 15 April 2015

deskripsi gambar

PANGKALAN KERINCI - Guna menyerap aspirasi masyarakat dari bawah dalam pelaksanaan pembangunan daerah, Bupati Pelalawan HM Harris melakukan dialog dan silaturrahim dengan masyarakat se-Kecamatan Bandar Sei Kijang di gedung serbaguna kelurahan Sei Kijang, Pelalawan, Rabu (15/04/2015).

Dalam sambutannya, Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, bahwa dirinya sangat mengharapkan masukan dan input dari masyarakat terkait pembangunan di Kabupaten Pelalawan. Dengan demikian, maka pembangunan yang dilakukan dapat disinergikan dengan kebutuhan khalayak masyarakat.

"APBD Pelalawan diperuntukkan bagi pembangunan masyarakat. Dan tentunya apa yang dilakukan Pemerintah harus sinkron dengan kebutuhan masyarakat," terangnya.

HM Harris mengatakan, guna mewujudkan kemajuan pembangunan daerah yang merata, tentunya diharapkan peran aktif para kepala desa sebagai ujung tombak dan sektor bagi kemajuan pembangunan ditingkat pedesaan. Sedangkan untuk mempermudah kemajuan pembangunan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan telah menerbitkan program yakni program percepatan pembangunan infrastruktur desa/kelurahan (PPIDK).

"Jadi, untuk mewujudkan pembangunan daerah ini khususnya ditingkat pedesaaan, maka saya meminta agar para Kepala Desa dapat ikut menyukseskan dan melakukan sosialisi kepada masyarakat terkait program-program yang telah dan dilakukan Pemkab Pelalawan. Untuk itu, mari sama-sama kita wujudkan kemajuan pembangunan daerah ini dengan mendukung program-program yang telah dicanangkan Pemkab Pelalawan untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Usai Bupati Pelalawan HM Harris memberikan sambutannya, kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat yang dipimpin oleh Camat Bandar Sei Kijang, Dodi Asma Saputra SStp. Dalam dialog tersebut, sejumlah pertanyaan pun dilontarkan dari berbagai pihak mulai dari masyarakat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, BPD dan Kades. Sementara itu, dalam dialog tersebut dibahas pertanyaan terkait masalah PPIDK, tata batas, sengketa lahan, pembangunan sarana dan prasarana desa.

"Dalam kegiatan yang dimulai pukul 10.00 Wib hingga pukul 15.00 Wib ini, masyarakat mengaku sangat puas atas kedatangan dan kunjungan Bupati Pelalawan HM Harris beserta rombongan yang mau langsung bertatap muka dengan masyarakat dan mendengarkan aspirasi dari tingkat bawah. Dan tentunya harapan kita, dengan adanya kunjungan Bupati ini, maka seluruh kegiatan pembangunan yang akan dan sedang dilakukan Pemkab Pelalawan ini khususnya kecamatan Bandar Sei Kijang, dapat berjalan sebagaimana mestinya," tutup Camat Bandar Sei Kijang. (maulana/btc)
komentar | | Read More...

Rosna, Warga Miskin Pengidap Penyakit "Misterius" dan Tak Pernah Berobat 5 Tahun

Penulis : admin on Selasa, 31 Maret 2015 | Selasa, Maret 31, 2015

Selasa, 31 Maret 2015

warga miskin pengidap penyakit misterius

PEKANBARU - Hari menunjukkan pukul 09.00 wib. Suara menderu kendaraan terdengar hilir mudik di kawasan Jalan Tapah, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru Senin (30/3/2015) itu.

Ditengah hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang, terlihat dari kejauhan seorang wanita dengan kondisi tubuh kurus dan lemah disebuah rumah petak papan berukuran 4x5 meter bersandar disebuah kursi.

Dialah Rosna (45), janda dua orang anak yang selama lima tahun ini berjuang melawan penyakit misterius yang belum pernah diobatinya.

Tubuhnya dulu tidak "sekerempeng" saat ini. Namun, sejak ditinggal sang suami tercinta, penyakit yang dideritanya perlahan menggerogoti tubuhnya.

Ya, Rosna adalah satu dari puluhan  bahkan ratusan warga miskin yang luput dari perhatian masyarakat sekitar tempat tinggalnya dan aparat pemerintah di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Bagaimana tidak, sejak mengalami penyakit misterius lima tahun lalu, Rosna sampai saat ini belum pernah melakukan pengobatan. Jangankan untuk ke rumah sakit, mendatangi sebuah klinik untuk mengecek penyakit yang dideritanya saja belum pernah dilakukan Rosna.

Alasannya bukan karena Rosna takut jarum suntik atau tak kuat mencium bau obat, melainkan ketiadaan biaya untuk pengobatan.

Ketiadaan biaya ini pula lah yang membuat Ahmad Arif (21) dan Fajar (17) harus meninggalkan bangku pendidikan.
Putra sulungnya berhenti sekolah saat kelas 2 SMK, sementara si bungsu terpaksa hanya mengenyam pendidikan setingkat SMP saja.

Mirisnya, tak jauh dari tempat Rosna tinggal, terlihat beberapa rumah yang terbilang cukup mewah. Bahkan, aparat setingkat RT ataupun RW sebenarnya sudah mengetahui kondisi Rosna ini. Namun kedua aparatur tak mampu membantu kesusahan yang dialami Rosna.

Hingga akhirnya, jeritan kemiskinan yang melilit Rosna sampai ketelinga Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi. Rupanya salah seorang tetangga Rosna berinisiatif melaporkan kondisi Janda dua anak ini kepada orang nomor dua di Pekanbaru ini.

Ayat yang mendapatkan laporan warga ini langsung tergerak untuk melihat kondisi warganya itu. Tanpa basa-basi, Ayat meluncur kelokasi yang dilaporkan tersebut.

Benar saja, baru turun dari mobil dinasnya, Ayat langsung terlihat kaget. Dengan mimik sedikit serius, Ayat terlihat gusar dengan kondisi ini.

Disebelah Ayat tampak sang ajudan yang terlihat juga sibuk mengotak atik hanpone ditangannya. Terdengar sang ajudan menelfon seseorang yang diketahui adalah Lurah Tangkerang Barat, Raja Yose Rizal.

Kepada sang Lurah, ajudan ini memberi tahukan bahwa Wakil Walikota menjenguk salah seorang warganya. Sementara itu Ayat juga sesekali bertanya kepada Rosna perihal penyakit yang dideritanya.

Saat ini juga Rosna menyampaikan permasalahan dan penyakit yang dialaminya itu kepada politisi PKS tersebut. Mendapati keterangan Rosna, Ayat memerintahkan sang Lurah mengirimkan ambulance untuk mengangkut Rosna berobat ke Puskesmas Simpang Tiga.

"Awalnya saya mendapatkan laporan dari warga, katanya ada ibu-ibu sakit sudah lima tahun tak tersentuh biaya pengobatan, makanya saya langsung kesini," kata Ayat, Senin (30/3/2015).

Diceritakan Ayat, awalnya Ia mengetahui informasi warga miskin ini dari sosial media. Salah seorang warga meminta agar pemerintah mempedulikan nasib warganya yang sakit dan meminta agar pemerintah membantu nasib janda yang hanya tinggal bertiga dengan kedua putranya.

‎"Kasian melihat kondisi ibu yang sudah lemah sekali. Makanya saya langsung tugaskan pihak Kelurahan untuk segera membawanya ke Puskesmas Rawat Inap agar mendapatkan perawatan," ujar Ayat.

Tak hanya itu, Ayat juga meminta Diskes Pekanbaru memberikan fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) kepada Rosna

"Saya perintahkan wajib Diskes berikan Jamkesda kepada ibu Rosna. Apalagi beliau juga sudah lama ditinggal suaminya," ketus Ayat.

Bukan saja Apartur Pemerintah, Ayat juga berharap masyarakat Pekanbaru meningkatkan kepedulian antar sesama.

"Ini kan sebetulnya ada pihak keluarganya, tapi satu tahun belakangan ini malah tak ada perhatian lagi. Tentu ini juga menjadi pelajaran buat kita semua. Saya minta warga lebih peduli lah, kalau untuk dananya kan bisa nanti," ungkapnya

Kini Rosna tengah menjalani rawat inap di puskesmas Simpang Tiga. Ia merupakan salah satu contoh warga miskin yang luput dari perhatian Pemerintah dalam lima tahun terakhir mulai dari tingkat terendah RT dan RW.***(hrc/src)
komentar | | Read More...

Bakti Sosial PT Chevron, 45 Warga Operasi Bibir Sumbing Gratis

Penulis : admin on Sabtu, 28 Maret 2015 | Sabtu, Maret 28, 2015

Sabtu, 28 Maret 2015

bibir sumbing

DURI - Winny, gadis remaja berusia 13 tahun yang berasal dari Bagan Siapiapi, Rokan Hilir, sudah tidak sabar menunggu operasinya. Ia ingin celah langit-langitnya diperbaiki. Pasalnya, sudah sejak lama Winny kurang percaya diri dengan kondisi fisiknya. Harapannya setelah operasi dirinya menjadi lebih cantik.

PT Chevron Pacific Indonesia (Chevron), Smile Train, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Riau, Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru dan RSUD Mandau berkolaborasi mengadakan kegiatan bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit gratis khusus untuk masyarakat Riau. Bakti sosial ini merupakan wujud kepedulian kemanusiaan untuk mengembalikan senyum indah para penderita bibir sumbing dan kelainan di langit-langit. Sebanyak 42 orang pasien telah terdaftar untuk  dioperasi pada 27-28 Maret 2015 di RSUD Mandau.

Pasien operasi bibir sumbing diantaranya berasal dari Kecamatan Mandau dan Pinggir (15 orang), Kabupaten Rokan Hilir (14 orang), Kota Dumai (6 orang), Kabupaten Rokan Hulu (6 orang), Kecamatan Tapung (2 orang), Kabupaten Bengkalis (1 orang) dan Kabupaten Kepulauan Meranti (1 orang). Pasien yang sudah terdaftar berasal dari rentang usia yang beragam. Adapun usia calon pasien yang termuda adalah bayi berumur 3,5 bulan dan pasien tertua berumur 40 tahun.

General Manager PGPA Sumatera, Sainur Arif,  memberikan apresiasi atas kemitraan antara Chevron, Smile Train, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Riau, Rumah Sakit Ibnu Sina Pekanbaru dan RSUD Mandau dalam mensukseskan operasi bibir sumbing gratis ini.

Pada kesempatan ini, Manager Capital Project Management PT CPI, Bob Hall beserta istri Marci Hall mewakili komunitas ekpatriat Chevron memberikan donasi sebesar Rp34.500.000,- untuk membantu meringankan biaya operasi. Marci mengungkapkan kegembiraannya dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang digelar Chevron bersama mitra kerjanya. Marci juga mengutarakan keinginannya untuk terlibat lebih jauh dalam kegiatan sosial Chevron di kesempatan mendatang.

Sejak 2012, tim PGPA Duri-Bekasap secara aktif melibatkan para ekspatriat dalam memberikan bantuan kemanusiaan. Khusus pada penderita bibir sumbing, saat ini bantuan yang disalurkan sudah lebih dari 100 juta rupiah. Kegiatan operasi gratis diberikan untuk penderita bibir sumbing dan langit-langit dari masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi. Hal ini dilakukan setiap tahun sebagai wujud kepedulian sosial dan kontribusi Chevron ke masyarakat di daerah sekitar operasi perusahaan.***(gr)
komentar | | Read More...

Disperindag Dumai Segera Tarik Peredaran Minuman Keras

Penulis : admin on Kamis, 26 Maret 2015 | Kamis, Maret 26, 2015

Kamis, 26 Maret 2015

tarik minuman keras

DUMAI- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Dumai akan langsung menarik peredaran minuman keras (Miras) golongan A di minimarket dan warung terhitung 16 April 2015 mendatang.

"Sosialisasi sudah dilakukan dengan mendatangi pedagang dan menyurati mereka terkait penerapan kebijakan larangan penjualan bebas minuman beralkohol mula 16 April depan," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Dumai Kamaruddin, Kamis (26/3/14). 

Dia menjelaskan, penjualan minuman selanjutnya hanya dibolehkan di pusat perbelanjaan dan hiburan dengan ketentuan harus mengurus kembali perizinan resmi ke pemerintah. 

Aturan larangan penjualan minuman beralkohol ini, lanjut dia, berdasarkan peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 6 tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol. 

"Pedagang diharapkan bersiap jelang diberlakukan kebijakan ini supaya segera membersihkan stok minuman beralkohol yang ada," sebutnya. 

Bagi penjualan minuman di supermarket, selain harus mengurus perizinan, juga diminta untuk tidak memajang produk secara terbuka, melainkan diletakkan di bagian belakang etasale dagangan. 

Kemudian, produk minuman mengandung alkohol ini tidak bisa dijual bebas sembarangan, karena hanya boleh bagi masyarakat berusia diatas 21 tahun. 

"Ini untuk mencegah penjualan bebas minuman keras di kalangan anak remaja usia pelajar supaya tidak terjerumus dalam pengaruh negatif," ungkapnya. 

Menurutnya, kebijakan ini bertujuan membatasi peredaran bebas minuman beralkohol di tengah masyarakat karena bisa berdampak buruk terhadap perkembangan mental dan perilaku, terutama remaja. 

Berdasarkan pantauan, minuman beralkohol golongan A jenis bir dalam kemasan kaleng dan botol masih terlihat terpajang di sejumlah warung gerobak pinggir jalan. 

Seorang pedagang mengaku sudah mengetahui kebijakan baru tersebut, namun masih menjual karena ingin menghabiskan stok dagangan supaya tidak merugi. 

"Sekarang masih dipajang agar bisa laku, dan kalau sudah diterapkan larangan, kita tidak akan menjual lagi," sebut pedagang warung gerobak di pinggir Jalan Hasanuddin.***(had)
komentar | | Read More...
No Drag No Drag

Login

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Ekspos Riau . All Rights Reserved.
Design Template by # | Support by creating website | Powered by Blogger