PEKANBARU - Hari menunjukkan pukul 09.00 wib. Suara menderu kendaraan terdengar hilir mudik di kawasan Jalan Tapah, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru Senin (30/3/2015) itu.
Ditengah hiruk pikuk kendaraan yang lalu lalang, terlihat dari kejauhan seorang wanita dengan kondisi tubuh kurus dan lemah disebuah rumah petak papan berukuran 4x5 meter bersandar disebuah kursi.
Dialah Rosna (45), janda dua orang anak yang selama lima tahun ini berjuang melawan penyakit misterius yang belum pernah diobatinya.
Tubuhnya dulu tidak "sekerempeng" saat ini. Namun, sejak ditinggal sang suami tercinta, penyakit yang dideritanya perlahan menggerogoti tubuhnya.
Ya, Rosna adalah satu dari puluhan bahkan ratusan warga miskin yang luput dari perhatian masyarakat sekitar tempat tinggalnya dan aparat pemerintah di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Bagaimana tidak, sejak mengalami penyakit misterius lima tahun lalu, Rosna sampai saat ini belum pernah melakukan pengobatan. Jangankan untuk ke rumah sakit, mendatangi sebuah klinik untuk mengecek penyakit yang dideritanya saja belum pernah dilakukan Rosna.
Alasannya bukan karena Rosna takut jarum suntik atau tak kuat mencium bau obat, melainkan ketiadaan biaya untuk pengobatan.
Ketiadaan biaya ini pula lah yang membuat Ahmad Arif (21) dan Fajar (17) harus meninggalkan bangku pendidikan.
Putra sulungnya berhenti sekolah saat kelas 2 SMK, sementara si bungsu terpaksa hanya mengenyam pendidikan setingkat SMP saja.
Mirisnya, tak jauh dari tempat Rosna tinggal, terlihat beberapa rumah yang terbilang cukup mewah. Bahkan, aparat setingkat RT ataupun RW sebenarnya sudah mengetahui kondisi Rosna ini. Namun kedua aparatur tak mampu membantu kesusahan yang dialami Rosna.
Hingga akhirnya, jeritan kemiskinan yang melilit Rosna sampai ketelinga Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi. Rupanya salah seorang tetangga Rosna berinisiatif melaporkan kondisi Janda dua anak ini kepada orang nomor dua di Pekanbaru ini.
Ayat yang mendapatkan laporan warga ini langsung tergerak untuk melihat kondisi warganya itu. Tanpa basa-basi, Ayat meluncur kelokasi yang dilaporkan tersebut.
Benar saja, baru turun dari mobil dinasnya, Ayat langsung terlihat kaget. Dengan mimik sedikit serius, Ayat terlihat gusar dengan kondisi ini.
Disebelah Ayat tampak sang ajudan yang terlihat juga sibuk mengotak atik hanpone ditangannya. Terdengar sang ajudan menelfon seseorang yang diketahui adalah Lurah Tangkerang Barat, Raja Yose Rizal.
Kepada sang Lurah, ajudan ini memberi tahukan bahwa Wakil Walikota menjenguk salah seorang warganya. Sementara itu Ayat juga sesekali bertanya kepada Rosna perihal penyakit yang dideritanya.
Saat ini juga Rosna menyampaikan permasalahan dan penyakit yang dialaminya itu kepada politisi PKS tersebut. Mendapati keterangan Rosna, Ayat memerintahkan sang Lurah mengirimkan ambulance untuk mengangkut Rosna berobat ke Puskesmas Simpang Tiga.
"Awalnya saya mendapatkan laporan dari warga, katanya ada ibu-ibu sakit sudah lima tahun tak tersentuh biaya pengobatan, makanya saya langsung kesini," kata Ayat, Senin (30/3/2015).
Diceritakan Ayat, awalnya Ia mengetahui informasi warga miskin ini dari sosial media. Salah seorang warga meminta agar pemerintah mempedulikan nasib warganya yang sakit dan meminta agar pemerintah membantu nasib janda yang hanya tinggal bertiga dengan kedua putranya.
"Kasian melihat kondisi ibu yang sudah lemah sekali. Makanya saya langsung tugaskan pihak Kelurahan untuk segera membawanya ke Puskesmas Rawat Inap agar mendapatkan perawatan," ujar Ayat.
Tak hanya itu, Ayat juga meminta Diskes Pekanbaru memberikan fasilitas Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) kepada Rosna
"Saya perintahkan wajib Diskes berikan Jamkesda kepada ibu Rosna. Apalagi beliau juga sudah lama ditinggal suaminya," ketus Ayat.
Bukan saja Apartur Pemerintah, Ayat juga berharap masyarakat Pekanbaru meningkatkan kepedulian antar sesama.
"Ini kan sebetulnya ada pihak keluarganya, tapi satu tahun belakangan ini malah tak ada perhatian lagi. Tentu ini juga menjadi pelajaran buat kita semua. Saya minta warga lebih peduli lah, kalau untuk dananya kan bisa nanti," ungkapnya
Kini Rosna tengah menjalani rawat inap di puskesmas Simpang Tiga. Ia merupakan salah satu contoh warga miskin yang luput dari perhatian Pemerintah dalam lima tahun terakhir mulai dari tingkat terendah RT dan RW.***(hrc/src)

home
Home
Posting Komentar