PEKANBARU - Sembilan orang masuki kawasan kantor gubernur, untuk menemui Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kamis (26/3/15). Tujuan mereka untuk menyampaikan aspirasi terkait pemukulan terhadap mahasiswa di Kampar oleh orang-orang yang diduga suruhan Bupati Kampar Jefri Noer.
Masuknya sembilan orang pendemo ke komplek perkantoran gubernur ini, bukan kali ini saja. Sebelumnya, pada aksi demo beberapa hari sebelumnya oleh Sapma PP juga "jebol" karena longgarnya pengamanan.
Meski berhasil memasuki kawasan kantor gubernur, pendemo tidak berhasil menemui gubernur atau pun pejabat lainnya.
Ada pun terkait tuntutan soal adanya pemukulan terhadap mahasiswa di Kampar oleh orang-orang yang diduga suruhan Jefri, menurut koordinator lapangan Himpunan Mahasiswa Ocu Kampar (HMOK) Pekanbaru, terjadi pada 12 Maret lalu di Desa Birandang Kecamatan Tambang.
Saat itu, Jefri sedang melakukan Peletakan batu pertama PT Sungai Pinang Malindo (SPM). Dimana mahasiswa meminta kejelasan status tanah PT SPM tersebut. Namun kehadiran mereka justru mendapat perlakukan tak menyenangkan, dengan dipukulnya sejumlah mahasiswa yang saat itu berjumlah puluhan orang.
Sampai saat ini, para pendemo masih bertahan, dan meminta Gubernur Riau atau pejabat lainnya menemuinya, agar bisa menyampaikan tuntutan secara langsung***(mok)

home
Home
Posting Komentar