News Update :

Politik

More on this category »

Sosial dan Budaya

More on this category »

Olahraga

More on this category »

Ekonomi

More on this category »

Hukum dan Kriminal

More on this category »

Pendidikan

More on this category »

Peristiwa

More on this category »

Kesehatan

More on this category »
No Drag
Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukum dan Kriminal. Tampilkan semua postingan

Terungkap, Seorang Imigran Gelap Asal Iran Miliki KTP Pekanbaru

Penulis : admin on Sabtu, 18 April 2015 | Sabtu, April 18, 2015

Sabtu, 18 April 2015

imigran gelap

PEKANBARU - Lemahnya integritas aparatur pemerintah kembali dimanfaatkan imigran gelap. Mereka tak sekedar diberi kebebasan mutlak beraktifitas di Kota Pekanbaru, namun juga ada yang mengantongi Kartu Tanda Penduduk alias KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Distarduk Capil) Pekanbaru.

Adalah Bahzad Sheydai imigran gelap asal Iran tersebut memiliki KTP sejak dua tahun silam. Dikeluarkan Disdukcapil pada 25 Oktober 2013 dan ditandatangani Kadisdukcapil Zulfikar. KTP tersebut berlaku hingga 11-01-2018. 


Pada data pribadi yang tercantum di KTP tersebut, Berzad bernama Behnam lahir di Pekanbaru 11 Januari 1985 dan beralamat di Jalan Aur Kuning, RT 03/RW 06 Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya. 


Padahal, pada dokumen paspor, pria tersebut lahir di Teheran pada 13 Januari 1987. Paspor Bahzad dikeluarkan Imigrasi Iran pada 7 September 2014 dengan nomor K30803398. Diduga Paspor tersebut didapat setelah Bahzad berhasil keluar dari Indonesia dan mengurus dokumen keimigirasian. 


Mengingat, berdasarkan data Imigrasi Indonesia, Bahzad masuk melalui Pontianak, Kalimantan Barat pada 2011 silam. Kemudian ditangkap karena masuk secara illegal. Tidak jelas bagaimana prosesnya, kemudian Bahzad bisa sampai ke Pekanbaru dan mendapatkan KTP. 


Informasi mengejutkan lain terkait Bahzad disampaikan Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudemin) Pekanabru Santoso. Menurutnya, Bahzad pernah bekerja di sebuah event organizer (EO) lokal Pekanbaru beberapa waktu lalu. 


“Dulu pernah tinggal di Rudenim dan sempat juga bekerja di EO lokal, tapi setahu kami yang bersangkutan sudah pulang,” tutur Santoso kepada wartawan kemarin. ***(dok/rtc) 
komentar | | Read More...

Pengedar Sabu Dibekuk di Kimteng Pekanbaru, setelah Menjadi Target Operasi

Penulis : admin on Jumat, 17 April 2015 | Jumat, April 17, 2015

Jumat, 17 April 2015

pengedar narkoba

PEKANBARU-Setelah dua hari jadi target operasi sejak Selasa (14/04/15) lalu, Sat Res Narkoba Polresta Pekanbaru akhirnya berhasil meringkus seorang pengedar sabu-sabu, Siol (30). Bapak empat anak tersebut dibekuk polisi di depan Kimteng Jalan Senapelan, Kecamatan Senapelan, Kamis (16/04/15) pukul 20.00 WIB malam. 

Menurut Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Komisaris Polisi Iwan Lesmana Riza menjelaskan penangkapan itu sendiri dilakukan pihaknya setelah menindaklanjuti informasi dari masyarakat. Usai melakukan penyelidikan selama dua hari, tersangka pun sukses diciduk melalui metode undercover buy. 

"Ketika ditangkap, dari tangan tersangka kita mendapati barang bukti sabu-sabu seberat 2,5 gram senilai Rp3 juta. Kita juga ikut menyita satu unit handphone Nokia milik tersangka," kata Iwan kepada media, Jum'at (17/04/15). 

Iwan menegaskan, atas perbuatannya, tersangka dapat dijerat Pasal 112 dan 114 UU No 35 Tahun 2009 dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. 


Sementara itu saat ditemui, tersangka Siol mengaku sudah menjalankan pekerjaan haramnya sejak satu tahun yang lalu. Awalnya ia hanya pemakai, namun karena pernah dibujuk rayu oleh temannya, ia pun terpaksa merangkap sebagai pengedar. 

"Sebelumnya hanya pakai saja. Tapi ada teman yang minta ambilkan barang (sabu-sabu). Lalu saya disuruh antar barang itu dan diberi imbalan Rp100.000," ujarnya singkat.***(gas/rtc)
komentar | | Read More...

Ratusan Warga Sialang Rindang Rohul "Serbu" Mapolsek Tambusai

demo masarakat

PASIRPANGARAIAN- Ratusan warga Desa Sialang Rindang, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mengawal proses mediasi penyelesaian tawuran pemuda antar dua desa di Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Tambusai, Jumat (17/4/15).

Mediasi dipimpin Kabag Bimas Polres Rohul AKP Remil Simamora dan Kapolsek Tambusai AKP Yahya Harahap. Sementara, perwakilan dari dua desa yakni Kepala Desa (Kades) Sialang Rindang dan Kades Batas Tarmizi, serta tokoh masyarakat dari dua desa.

Informasi dirangkum dari berbagai sumber, bahwa tawuran antara Pemuda Desa Sialang Rindang dan pemuda Desa Batas sudah tidak terjadi lama.

Puncaknya, Rabu (15/4/15) malam lalu, di acara orgen tunggal di pesta khitanan di salah satu rumah warga Desa Batas, pemuda dari dua desa terlibat tawuran.


Dari tawuran itu, dua pemuda yang belum diketahui namanya, kabarnya mengalami luka karena dihantam balok kayu. Ke dua pemuda itu dirawat ke RSUD Pasirpangaraian.

"Kabarnya tawuran karena gara-gara joget di keyboard (orgen tunggal)," kata seorang warga Tambusai tidak bersedia ditulis namanya, Jumat.

Kasat Bimas Polres Rohul AKP Remil Simamora membenarkan ada mediasi penyelesaian masalah tawuran antar pemuda Sialang Rindang dan pemuda Batas. Mediasi yang awalnya dilaksanakan di Mapolsek Tambusai, namun usai Shalat Jumat, mediasi dipindahkan ke Kantor Camat Tambusai.

"Mediasi belum selesai. Sekarang masih mediasi di Kantor Camat Tambusai," jelas AKP Remil kepada riauterkini.com, belum bersedia sebutkan jumlah kesepakatan biaya perobatan.***(zal/rtc)
komentar | | Read More...

Nenek Zainah di Meranti Tewas Dikampak Suaminya di Hutan Bakau

Penulis : admin on Sabtu, 04 April 2015 | Sabtu, April 04, 2015

Sabtu, 04 April 2015

ilustrasi

PULAU PADANG - Zainah (50th), Jum'at (3/4/15) siang kemarin ditemukan tewas bersimbah darah dengan wajah terbenam dipantai hutan bakau Sungai Induk Kamal Desa Meranti Bunting, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Ibu delapan anak ini diketahui asal Desa Tanjung Kulim, Dugaan Ia tewas dibunuh oleh Ali (55) yang tak lain adalah Suaminya sendiri dengan menggunakan Kampak saat pergi bersama menebang kayu di lokasi tersebut. 

Ali (55) diduga pelaku pembunuhan itu merupakan Warga Desa Tanjung Peranap (Kampung Balak) Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kepulauan Meranti. 

Hingga saat ini belum diketahui motif pelaku hingga tega membunuh sang istri, Karena Pihak Kepolisian dari Polsek Merbau dan Polres Meranti bersama Warga hingga Jum'at tengah malam belum berhasil menangkap Pelaku. 

"Kita bersama warga masih berupaya mengejar tersangka pelaku pembunuhan, diduga masih bersembunyi ditengah-tengah hutan bakau Pulau Padang,"Tutur Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi ketika dikonfirmasi. 

Saat kejadian, pada hari Jum'at (3/4/2015) kemarin, saksi/menantu korban, Ridwan (20th) dan Antik (27th) mendengar teriakan korban dan lansung menuju lokasi kejadian."Namun saksi dihadang oleh pelaku dengan mengacungkan kapak dan mengancam akan dibunuh,"Lanjut Kapolsek Merbau, AKP Syahruddin Tanjung melalui Kanit Brigadir Sony Silalahi SH. 

Kondisi itu membuat saksi berlari balik arah, untuk meminta bantuan warga, setelah mereka kembali lagi ke lokasi kejadian, saksi bersama warga sudah melihat korban terkapar diatas lumpur pantai hutan bakau. 

Hingga saat ini, Korban pembunuhan sadis itu sudah disemayamkan dirumah duka, sedangkan Pelaku yang merupakan suami Korban masih dalam Pengejaran Tim Buser Polsek Merbau dan Polres Kepulauan Meranti. 

Sementara hasil visum di puskesmas Panjung Peranap, Kondisi kepala korban penuh lumpur dan luka bahu kanan panjang 6 cm kedalaman luka 1 1/2 cm serta dari hidung keluar buih dan lubang hidung penuh tanah lumpur.***(rud/rtc)
komentar | | Read More...

Karyawan PTPN V Kena Bacok Saat Demo Warga Kelayang di Inhu

Penulis : admin on Senin, 30 Maret 2015 | Senin, Maret 30, 2015

Senin, 30 Maret 2015

terluka akibat demo

Inhu - Saat aksi unjuk rasa ratusan warga dari Desa Morong dan Desa Bongkal Malang Kecamatan Kelayang bersama Desa Kuala Lala dan Desa Pasir Kelampaian Kecamatan Sei Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) di areal Afdelling VII PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V, Rabu (25/03/15) lalu ternyata memakan korban luka.

Didapat kabar, SA, salah satu security PTPN V, terkena bacokan benda tajam saat itu.‬ Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki dan mencari pelaku pembacokan tersebut.

"Masih kita cari, kita tidak tahu siapa karena pada saat itu ramai orang di sana," ungkap Kabag Humas Polres Inhu, Iptu Yarmen Djambak, Minggu (29/03/15).
Atas kejadian itu, SA dilarikan ke Puskesmas di Sei Lala yang kemudian dirujuk ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

Perseteruan PTPN V dengan warga 4 Desa ini, diduga akibat adanya oknum yang ingin menguasai lahan yang telah diberikan kepada pihak koperasi.
"Masalah ini sudah puluhan tahun, hingga kini tak ada penyelesaiannya," kata Kepala Koperasi Unit Desa (KUD) Indragiri Mahkota Gading, Dasril.

Diceritakannya, pada tahun 2004 lalu, PTPN V telah menandatangani kesepakatan melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak koperasi yang memberikan lahan seluas 1031 hektar.‬

‪Dari jumlah itu, disepakati sebanyak 40 persen atau sekitar 431 hektar untuk koperasi dan 60 persen atau 600 hektar untuk kebun inti (Plasma) PTPN V. Hasil dari lahan 431 hektar itu, dikelola oleh koperasi untuk 1107 Kepala Keluarga (KK).‬

‪"Harusnya, 1107 KK itu lah yang menikmati hasilnya, tapi muncul oknum yang bertanggung jawab yang berusaha menguasai lahan itu. Padahal, sudah dibentuk tim untuk menyelesaikan sengketa itu," ungkap Dasril.

Tim itu, diketuai oleh Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) saat itu. Namun hingga kini, masalah tersebut belum ada solusi sehingga bentrok yang mengakibatkan jatuhnya korban luka.

‪Diketahui, saat bentrok itu, Camat, Polisi dan warga bertemu di Kantor Camat Sei Lala untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Kita sudah koordinasi soal pengamanan. Hasilnya akan ditindaklanjuti pada pertemuan di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Inhu pada Selasa (31/03/15) mendatang ," kata Camat Sei Lala, Yus Amrina.

Terkait unjuk rasa tersebut, Humas PTPnN V Friando Panjaitan mengaku akan menanggung biaya perawatan security tersebut. Pihaknya juga menyiapkan langkah antisipasi jika ada aksi susulan.

"Korban SA, pasti kita rawat. Kita sudah koordinasi dengan pihak kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan," kata Friando.*** ( brc )
komentar | | Read More...
No Drag No Drag

Login

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. Ekspos Riau . All Rights Reserved.
Design Template by # | Support by creating website | Powered by Blogger